Selasa, 27 Desember 2016

Jawa Barat Berpikir Cara Rakyat (reportase PIJ)



JAWA BARAT BERPIKIR CARA RAKYAT
Pada hari Kamis, 15 Desember 2016, saya bersama teman-teman dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam kelas D angkatan 2015 melakukan kunjungan ke salah satu media cetak terlama di Jawa Barat, yaitu Pikiran Rakyat. Sesampainya di lokasi, kami segera disambut oleh karyawan yang bertugas serta diarahkan untuk memasuki aula Pikiran Rakyat dibimbing oleh dosen Pengantar Ilmu Jurnalistik yaitu Bapak Dudi Rustandi, S. Sos.I., M.Ag. beliau merupakan seorang yang aktif di bidang tulis-menulis serta jurnalistik, dengan perangai yang baik dan kepribadian yang baik pula, beliau mampu membimbing kami dan berusaha menjadikan kami mahasiswa yang aktif dalam dunia jurnalistik.
Suasana di dalam aula sangat tertata rapi dan bersih, kegiatan kami dilmulai dengan tayangan video tentang bagaimana Pikiran Rakyat dibangun sampai menjadi media cetak yang besar di Jawa Barat saat ini, lalu mendengarkan pemaparan langsung dari Ibu Taty Siti Aisyah yang merupakan HUMAS Pikiran Rakyat seputar media cetak dan online, para pendiri Pikiran Rakyat, tantangan-tantangan yang dihadapi, kemudian kami melakukan diskusi, tanya-jawab serta sharing, keramah-tamahan serta bahasa yang mudah dipahami dari Ibu Taty menjadi semangat tersendiri untuk aktif bertanya dan menambah rasa ingin tahu yang besar mengenai Pikiran Rakyat.
Dimulai dari sejarah berdirinya Pikiran Rakyat, Filosofi nama Pikiran Rakyat serta bagaimana cara agar bisa masuk dan bekerja di dalamnya. Banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh para pendiri Pikiran Rakyat ini, dimulai dengan dana yang sedikit, tempat yang kecil kerta fasilitas seadanya. Ibu Taty juga bercerita pengalamannya, ketika beliau sampai di Pikiran Rakyat untuk bekerja, didapati kondisi kantor yang sudah hangus terbakar, suasana bingung dan takut menyelimuti Pikiran Rakyat pada saat itu, namun dengan kata ‘pantang menyerah’, Pikiran Rakyat tetap menyajikan berita pada hari itu.
Ibu taty juga menjelaskan, peminat Koran Pikiran Rakyat juga cukup banyak karena dari segi bahasanya tidak terlalu menantang kepada problematika yang ada tetapi dengan bahasa yang luwes dan tidak terlalu menekan. Karena pada dasarnya, Pikiran Rakyat merupakan media yang bersifat independen, dengan penggunaan bahasa yang lembut dan tidak terlalu menyentil bagaimana cara Pikiran Rakyat menyampaikan aspirasinya.
            Dan agar tidak terkalahkan oleh zaman, berita yang ter-up-to-date juga diposting di koran online Pikiran Rakyat, Ibu Taty menjelaskan bahwa tidak dapat dipungkiri lagi, pada saat ini, kebanyakan orang lebih suka berselancar di media sosial daripada membaca berita. Jadi Pikiran Rakyat mensiasati agar berita yang disajikannya tetap eksis dan dinikmati para peselancar media sosial.
Banyak sekali ilmu yang kami dapat terutama hal yang berkaitan dengan jurnalistik, serta bagaimana cara mengatasi tantangan dengan pantang menyerah dan terus berusaha. Terimakasih Pikiran Rakyat, atas 50 tahun yang sangat berharga menyajikan berita hangat. Semoga tetap menjadi icon media di Jawa Barat, dan terus maju walau seberat apapun tantangan yang dihadapi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar